Senin, 09 Juni 2014

Belajar Dari Pak Tua Penjual Pakan Ikan

Belajar dari Pak Tua penjual pakan ikan sangatlah berkesan bagiku, bahkan hampir saja air mata ini menitik. Pagi itu ketika sedang mencuci kendaraan di depan rumah, lewatlah seorang pedagang pakan ikan yang sudah tua kisaran umur 70 tahunan. Dengan rambut yang telah putih semua beliau jalan dengan terseok karena menahan beban pakan ikan (daun-daunan) yang dipikulnya.

(gambar ilustrasi, tapi orangnya mirip banget)

Terpikir juga pengin membelinya tapi aku gak punya kolam, alhamdulillah tetangga sebelahku membelinya. Tanpa menawar 1 pikul daun-daunan untuk pakan ikan dihargai Rp. 20.000,-. Lalu apa yang membuatku malu pada diriku sendiri, ketika tuan rumah menawarkan untuk istirahat dan membuatkan minum Beliau ini menolaknya dengan bahasa yang sangat menyentuh hati "Maaf bukan saya menolak tapi saya sedang shaum, mempersiapkan diri mengahadapi bulan Ramadhan. Bukankah tinggal sebentar lagi Pak. Sehingga ketika masuk ke Bulan Ramadhan saya sudah siap lahir batin.

Saya yang masih muda dengan tubuh yang masih kuat, mungkin dengan penghasilan yang lebih besar dari Beliau tapi saya kurang bersyukur, malah santai menjemput bulan yang mulia. Dengan pekerjaan yang relatif lebih santai hanya didepan komputer. Tapi apa yang sudah saya persiapkan, ibadah biasa-biasa saja. Padahal seharusnya kita mempersiapkan mulai dari bulan Rajab. “Ya Allah berkatilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan” (HR. Ahmad & At-Tabrani)

Pertama, Persiapan Ruhiyah. Rasulullah memberikan contoh kepada kita untuk senantiasa mempersiapkan diri untuk menyambut pausa. Aisyah pernah berkata, “Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa sunnah di satu bulan lebih banyak daripada bulan Sya’ban. Sungguh, beliau berpuasa penuh pada bulan Sya’ban”. (HR. Bukhari).

Kedua, Persiapan Jasadiyah. Untuk memasuki Ramadhan kita memerlukan fisik yang lebih prima dari biasanya.

Ketiga, Persiapan Maliyah. Persiapan harta ini bukan untuk membeli keperluan buka puasa atau hidangan lebaran sebagaimana tradisi kita selama ini. Mempersiapkan hara adalah untuk melipatgandakan sedekah, karena Ramadhanpun merupakan bulan memperbanyak sedekah. Pahala bersedekah pada bulan ini berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan biasa.

Keempat, Persiapan Fikriyah. Agar ibadah Ramadhan bisa optimal, diperlukan bekal wawasan yang benar tentang Ramadhan.


Mari kita sambut datangnya bulan Ramadhan dengan penuh suka cita. Kenikmatan yang akan kita peroleh adalah saat kita berjumpa dengan Tuhan dan saat kita berbuka puasa. Apalagi kalo bukanya pake es campur Rumput Laut dan Cincau.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Master SEO Indonesia - Private SEO Medan, Jakarta, Bekasi, Padang, Aceh, Pekanbaru, Batam, Bandung, Tangerang, Surabaya, Yogyakarta, Bogor