detail SEOKAGE
Tampilkan postingan dengan label versus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label versus. Tampilkan semua postingan

BLOGSPOT versus WORDPRESS

Kalau kita amati sebagian besar para blogger lebih banyak menggunakan dua layanan untuk ngeblog dibanding yang lain, yaitu di wordpress dan di blogger/blogspot. Walaupun para professional blogger kebanyakan menggunakan hosting sendiri tapi kebanyakan menggunakan mesin wordpress dalam kegiatan ngeblognya. Untuk itu saya pikir perlu mengulas beberapa perbandingan antara wordpress dan blogspot/blogger (saya tidak mengulas layanan hosting gratisan wordpress, tapi wordpress sebagai mesin ngeblog di hosting berbayar) Dibawah adalah perbandingan versi saya (agak subjektif tentunya).



  1. Biaya yang dikeluarkan untuk hosting
    Blogspot: Gratis (ini yang paling menarik, tapi kalau mau bisa juga hosting sendiri dengan akses FTP segala).
    Wordpress: Harus bayar hosting kecuali pakai gratisan seperti 000webhost.com.
  2. Kapasitas hosting
    Blogspot: Besar, tapi saya tidak tahu pastinya berapa, (ada yang tahu?) bandingkan saja dengan kapasitas email google yang 6 GB lebih, bisa dikira-kira sendiri deh.
    Wordpress: Tergantung beli paket hosting yang berapa, biasanya semakin mahal harga paket yang diambil semakin besar pula kapasitasnya.
  3. Bandwith (bener ga nulisnya?)
    Blogspot: Kayaknya tidak ada batasan (tolong dikoreksi kalau saya salah) jarang pengguna blogspot memikirkan ini
    Wordpress: Tergantung paket hosting dan bandwidthnya, semakin besar bandwith semakin mahal harganya. Ada resiko kehabisan bandwidth, harus berpikir menghemat bandwidth. Kalau kehabisan blog tidak bisa diakses seperti yang terjadi pada blognya blogger sombong akhir September lalu.
  4. Custom Domain
    Blogspot: Bisa
    Wordpress: Harus (harus punya domain maksudnya)
  5. Custom Template
    Blogspot: Bisa dan banyak tersedia gratis maupun premium.
    Wordpress: Bisa dan banyak tersedia gratis maupun premium.
  6. Tingkat kemudahan penggunaan
    Untuk point ini relative bagi masing-masing blogger karena berkaitan dengan kebiasaan (familiar). Hanya saja kalau menurut saya pribadi dari kacamata seorang "Newbie" wordpress lebih sulit, Terutama sekali berkaitan masalah instalasi di hosting, Harus mengatur permision folder dengan CHMOD dimana tiap folder berbeda bisa lihat disini, Instalasi template di folder wp-content, seting permalink agar SEO friendly yang harus dilanjutkan membuat atau mengedit file ".htaccess", instalasi plugin. Semua harus pada folder yang tepat, kalau salah tidak akan terlihat pada dashboard wordpressnya. Belum lagi kalau masih mengatur database mySql sekalian (jarang kalau bukan advance blogger)Semua kerumitan diatas tidak perlu dilakukan di blogger/blogspot.
  7. Ketersediaan PlugIn
    Blogspot: Tidak ada (bisa disiasati dengan otak-atik template HTML dan penambahan script tertentu, tapi menjadi lebih ribet)
    Wordpress: Tersedia banyak, (tapi kalau kebanyakan bikin berat dan boros bandwith)
  8. Custom Permalink
    Blogspot: Tidak ada (tapi sudah lumayan SEO frienly, dibanding permalink standar
    Wordpress, karena sudah mencakup nama atau judul artikel, hanya disertai dengan tahun dan bulan posting)Para pengguna blogspot berdo'a aja agar kapan-kapan fitur ini tersedia juga. 'kan blogger in draft terus dikembangkan?. Lihat saja komentar dibawah posting sekarang sudah bisa, dan ada juga follower.Wordpress: Bisa (diikuti dengan mengubah/menambah file ".htaccess" pada root directory hosting), bisa juga disisipi kata kunci pada permalink custom.
  9. Kecepatan akses Dashboard admin
    Blogger lebih cepat dan tidak mengurangi kapasitas bandwith, karena memang ga "bandwith-bandwith-an" sedangkan wordpress lebih berat dan megurangi kapasitas hosting juga (dianggap akses halaman). Saya katakan berat, karena walaupun interface (baca: antarmuka) dashboard-nya mudah dan file instalasinya lumayan kecil, tapi wordpress lebih berat jika dibandingkan dengan "joomla" misalnya. Pada instalasi offline saja terasa berat mungkin "karena dibuat semudah mungkin jadi efeknya gitu (lupa siapa yang kasih pendapat)"
  10. Pemberian tag pada artikel
    Blogspot: Tidak ada (cape de)
    Wordpress: Ada, bahkan dengan plugin All-In-One SEO Pack pemberian tags menjadi flexible.
  11. Membuat halaman "independent" (sebutan saya sendiri)
    Blogspot: tidak ada (eh bisa tapi ya seperti bikin postingan)
    Wordpress: ada
  12. Pembuatan sub-halaman, sub kategori
    Blogspot: tidak ada
    Wordpress: ada

Sudah cape ngetiknya, kayaknya 12 point tadi sudah cukup, ada yang mau menambahkan?
Satu lagi yang tidak boleh kelewat, para pengguna blogspot memiliki GURU yang mumpuni dan setia mengajari trik dan tips untuk para pengguna "blogspot" yaitu GURU O-Om dan GURU Kang Rohman. Ini adalah salah satu keuntungan ngeblog page "blogspot" khususnya blogger Indonesia.

Mohon maaf jika ada dalam artikel ini yang kurang berkenan bagi pembaca, karena bagaimanapun baik di "blogspot" maupun pake "wordpress" semua sama, yang penting nge-blog, HIDUP DAN JAYA BLOGGER INDONESIA...!


Lanjut..

RAMBUTKU ATAU RAMBUTMU

Survey in Medan Mengenai Rambut,

membuktikan:

14 wanita setuju tipe pria berwibawa adalah dengan rambut cepak, bukannya gondrong,atau bahkan botak sekalipun.

6 dari 11 pria (menikah) menegaskan bahwa wanita mereka harus izin dahulu sebelum potong rambut.

10 pria ragu-ragu kalau wanita berambut cepak adalah wanita tomboy.



8 pria berambut cepak mengangan-angankan pacarnya bisa memiliki rambut seperti Maudy Koesnadi.

8 dari 11 pria (menikah) menyatakan selalu diskusi jika hendak mengganti potongan rambut.

13 wanita ternyata lebih suka prianya ikut campur dalam masalah rambut sebelum menikah ketimbang setelah menikah.

12 wanita tidak setuju jika pria mereka malah membiarkan rambut mereka tanpa perawatan.

9 pria beranggapan hakekat rambut wanita karir melekat pada rambut panjang dan ikal digerai.

19 pria menegaskan sangat marah jika wanita mereka memiliki potongan rambut yang sama dengan mereka.
(diwakili masing-masing 20 responder)

Lanjut..

Programming vs Designing


What do you like…??


Di dunia IT, khususnya didalam kehidupan kampus ilmu Komputer,, seorang programmer identik dengan dengan seorang yang smart, pendiam, dan memilki penampilan yang kusut atau acak-acakan. Dia tidak begitu peduli dengan penampilan dirinya. Sebaliknya, seorang Designer IT, terkenal sangat sulit menghapal, apalagi menyangkut dengan rumus-rumus matematika. Dia seorang yang sangat social dan gampang berbaur denga banyak orang dan dia juga sangat memperhatikan penampilan dirinya sehingga dia selalu terlihat rapi.

Antara programming dan designing sebenarnya sangat saling membutuhkan. Hasil karya dari seorang programmer yang handal sekalipun akan tidak bernilai jika design programmnya tidak user friendly dan tidak menarik interfacenya, sebaliknya hasil karya seorang designer akan semakin hidup jika ditambahkan script-script pemrograman tertentu. Misalnya Action script pada karya Animasi Flash dan bahasa Phyton pada Animasi 3D.


luasLingkaran.cpp VS Cropping.psd


Tapi jika keduanya saling bermusuhan dan diadu, dapat kita illustrasikan sebagai berikut :


Programmer :
Programmer yang handal adalah programmer yang mengerti menyusun algoritma pemrograman dan hapal berbagai script pemrograman. Semakin banyak bahasa yang dikuasainya, semakin hebatlah dia dimata orang.


Dalam membuat Program luas lingkaran dari bahasa C, programmer yang handal akan dengan cepatnya mengetikkan script-script tersebut tanpa melihat buku tetapi sewaktu dia bermain denga photoshop, walaupun melihat buku sekalipun, hasil pewarnaan dan croppingnya jauh lebih buruk dan lebih lambat dari seorang designer handal.


Designer :
Designer yang handal adalah designer yang familiar dan mahir dalam berbagai aplikasi design grafis baik design web, design 2 dimensi atau 3 dimensi. Baik yang bergerak (animasi) maupun diam (statis). Dia juga memiliki selera yang tinggi dan khas dalam memilih pewarnaan, peletakan komposisi suatu komponen, dan kaya akan imajinasi.



Dalam pembuatan Program Luas Lingkaran dari bahasa C, ia sangat lambat dalam hal pengetikan script karena sebelumnya ia tidak familiar dan hapal dengan berbagai scrip yang dianggapnya sebagai “mantra”nya orang2 penyihir (programmer). Hasilnya, setelah decompile, walaupun lambat tapi hasil karyanya persis sama karena dia boleh melihat buku pemrograman.
Dan dalam pengerjaan design dengan Photoshop, Designer yang handal jauh mengungguli hasil karya designer tanpa melihat buku sekalipun baik dari segi kecepatan pengerjaan, dan kehalusan serta keakuratan dalam pemilihan warna, Cropping,dan lain sebagainya.

So, who is the best….??
zf_1221,zf-1221.blogspot.com,emoticon

Lanjut..
 
Master SEO Indonesia - Private SEO Medan, Jakarta, Bekasi, Padang, Aceh, Pekanbaru, Batam, Bandung, Tangerang, Surabaya, Yogyakarta, Bogor